Sabtu, 18 Agustus 2012

Bermain, Bukan Hal Sepele !


Permainan, mungkin sebagian orang menganggap permainan sebagai hal yang sepele. Padahal, manfaat bermain sangat besar. Permainan juga banyak macamnya, berikut ini merupakan macam-macam permainan serta fungsi dari bermain.
Macam-macam Permainan
a). Permainan fungsional/permainan gerak (fungsional play) : seperti gerakan-gerakan tangan dan kaki, melompat, naik-turun tangga, berlari-larian, bermain tali. Pada bayi: gerakan2 tangan, pada anak2: berlari
b). Permainan Fiksi (permainan daramatik): menjadikan kursi sebagai kuda-kudaan, bermain dokter-pasien, dagang-dagangan, perang-perangan.
c). Permainan reseptif & apresiatif: seperti mendengarkan cerita/dongeng, melihat gambar, melihat oarng melukis.
d). Permainan membentuk (permainan konstruktif): bentuk permainan dengan menggunakan objek tertentu, misal: membuat kue dari tanah liat, membentuk bangunan rumah dari kayu.
e). Permainan prestasi / permainan dengan aturan (games with rules): sepak bola, bola voli, tenis meja, dll
JENIS-JENIS PERMAINAN
Mildred Parten mengemukakan tentang studi klasik terhadap permainan anak-anak prasekolah. Berdasarkan observasinya terhadap anak-anak usia 2 hingga 5 tahun, Parten mengemukakan 6 kategori permainan anak-anak yaitu:
1.      Permainan Unoccupied. Anak memperhatikan dan melihat segala sesuatu yang menarik perhatiannya dan melakukan gerakan-gerakan bebas dalam bentuk tingkah laku yang tidak terkontrol.
2.      Permainan Solitary. Anak dalam sebuah kelompok asik bermain sendiri-sendiri dengan bermacam-macam alat permainan, sehingga tidak terjadi kontak antara satu sama lain dan tidak peduli terhadap apa pun yang sedang terjadi.
3.      Permainan Onlooker. Anak melihat dan memperhatikan anak-anak lain bermain. Anak ikut berbicara dengan anak-anak lain itu dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan, tetapi ia tidak ikut terlibat dalam aktivitas permainan tersebut.
4.      Permainan Parallel. Anak-anak bermain dengan alat-alat permainan yang sama, tetapi tidak terjadi kontak antara satu dengan yang lain atau tukar menukar alat permainan.
5.      Permainan Assosiative. Anak bermain bersama-sama saling pinjam alat permainan, tetapi permainan itu tidak mengarah pada satu tujuan, tidak ada pembagian alat-alat permainan.
6.      Permainan Cooperative. Anak-anak bermain dalam kelompok yang terorganisir, dengan kegiatan-kegiatan konstruktif dan membuat sesuatu yang nyata, dimana setiap anak mempunyai peran sendiri-sendiri. Kelompok ini dipimpin dan diarahkan oleh satu atau dua orang anak sebagai pimpinan kelompok. (Desmita, 2010, Psikologi Perkembangan, Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset. hlm: 142-143)
Fungsi Permainan
-       Fungsi kognitif: permainan membantu perkembangan kognitif anak, melalui permainan anak mengeksplor lingkungan, dan belajar memecahkan masalah yang dihadapinya.
-       Fungsi sosial: permainan dapat meningkatkan perkembangan sosial anak, khususnya dalam permainan fantasi dengan memainkan suatu peran, anak belajar memahami orang lain.
-       Fungsi emosi: permainan dapat melepas emosi negatif, belajar mengatasi kegelisahan dan konflik batin . permainan memungkinkan anak melepaskan energi fisik yang berlebihan dan membebaskan perasaan-perasaan yang terpendam, karena tekanan-tekanan batin terlepaskan dalam permainan, anak dapat mengatasi masalah-masalah kehidupan.

Mudah-mudahan bermanfaat… :-)

----------------- Diana Vidya Fakhriyani, S.Psi -----------------