Permainan, mungkin sebagian orang menganggap
permainan sebagai hal yang sepele. Padahal, manfaat bermain sangat besar. Permainan
juga banyak macamnya, berikut ini merupakan macam-macam permainan serta fungsi
dari bermain.
Macam-macam Permainan
a). Permainan fungsional/permainan gerak (fungsional
play) : seperti gerakan-gerakan tangan dan kaki,
melompat, naik-turun tangga, berlari-larian, bermain tali. Pada bayi: gerakan2
tangan, pada anak2: berlari
b). Permainan Fiksi (permainan daramatik): menjadikan kursi sebagai
kuda-kudaan, bermain dokter-pasien, dagang-dagangan, perang-perangan.
c). Permainan reseptif & apresiatif: seperti mendengarkan
cerita/dongeng, melihat gambar, melihat oarng melukis.
d). Permainan membentuk (permainan konstruktif): bentuk permainan
dengan menggunakan objek tertentu, misal: membuat kue dari tanah liat,
membentuk bangunan rumah dari kayu.
e). Permainan prestasi / permainan dengan aturan (games with rules): sepak bola, bola
voli, tenis meja, dll
JENIS-JENIS PERMAINAN
Mildred Parten mengemukakan
tentang studi klasik terhadap permainan anak-anak prasekolah. Berdasarkan
observasinya terhadap anak-anak usia 2 hingga 5 tahun, Parten mengemukakan 6
kategori permainan anak-anak yaitu:
1.
Permainan Unoccupied.
Anak memperhatikan dan melihat segala sesuatu yang menarik perhatiannya dan
melakukan gerakan-gerakan bebas dalam bentuk tingkah laku yang tidak
terkontrol.
2.
Permainan Solitary.
Anak dalam sebuah kelompok asik bermain sendiri-sendiri dengan bermacam-macam
alat permainan, sehingga tidak terjadi kontak antara satu sama lain dan tidak
peduli terhadap apa pun yang sedang terjadi.
3.
Permainan Onlooker.
Anak melihat dan memperhatikan anak-anak lain bermain. Anak ikut berbicara
dengan anak-anak lain itu dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan, tetapi ia tidak
ikut terlibat dalam aktivitas permainan tersebut.
4.
Permainan Parallel.
Anak-anak bermain dengan alat-alat permainan yang sama, tetapi tidak terjadi
kontak antara satu dengan yang lain atau tukar menukar alat permainan.
5.
Permainan Assosiative.
Anak bermain bersama-sama saling pinjam alat permainan, tetapi permainan itu
tidak mengarah pada satu tujuan, tidak ada pembagian alat-alat permainan.
6.
Permainan Cooperative.
Anak-anak bermain dalam kelompok yang terorganisir, dengan kegiatan-kegiatan
konstruktif dan membuat sesuatu yang nyata, dimana setiap anak mempunyai peran
sendiri-sendiri. Kelompok ini dipimpin dan diarahkan oleh satu atau dua orang
anak sebagai pimpinan kelompok. (Desmita, 2010, Psikologi Perkembangan, Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset. hlm:
142-143)
Fungsi Permainan
- Fungsi kognitif: permainan membantu
perkembangan kognitif anak, melalui permainan anak mengeksplor lingkungan, dan
belajar memecahkan masalah yang dihadapinya.
- Fungsi sosial: permainan dapat meningkatkan
perkembangan sosial anak, khususnya dalam permainan fantasi dengan memainkan
suatu peran, anak belajar memahami orang lain.
- Fungsi emosi: permainan dapat melepas
emosi negatif, belajar mengatasi kegelisahan dan konflik batin . permainan
memungkinkan anak melepaskan energi fisik yang berlebihan dan membebaskan
perasaan-perasaan yang terpendam, karena tekanan-tekanan batin terlepaskan
dalam permainan, anak dapat mengatasi masalah-masalah kehidupan.
Mudah-mudahan bermanfaat… 
----------------- Diana Vidya Fakhriyani, S.Psi -----------------