Minggu, 30 Desember 2012

Definisi, Objek Filsafat Ilmu dan Perbedaannya dengan Ilmu Lainnya


A. DEFINISI FILSAFAT ILMU
NO
URAIAN
TOKOH
REFERENSI
1.






2.
.




3.



4.




5.

 


6.










7.







8.

9.

 


10.





11.







12.




13.







14.






15.
FILSAFAT ILMU: Segenap pemikiran reflektif terhadap permasalahan-permasalahan mengenai segala hal yang menyangkut landasan ilmu maupun hubungan ilmu dengan segala segi dari kehidupan manusia.

FILSAFAT ILMU: Studi gabungan yang terdiri atas .beberapa studi yang beraneka ragam yang ditujukan untuk menentukan batas yang tegas mengenai ilmu tertentu

FILSAFAT ILMU: Perumusan world-view yang konsisten dengan, dan pada beberapa pengertian didasarkan atas teori-teori ilmiah yang penting.

 FISAFAT ILMU: Suatu eksposisi dari presup positions dan predis positions dari pada ilmuan


FILSAFAT ILMU: Suatu disiplin yang di dalamnya konsep dan teori tentang ilmu dianalisis dan diklafikasikan.


FILSAFAT ILMU(Dalam arti luas) Menampung permasalahan yang menyangkut hubungan ke luar dari kegiatan ilmiah, seperti:
1. Implikasi ontologik-metefisik dari citra dunia yang bersifat ilmiah
2. Tata susila yang menjadi pegangan penyelenggara ilmu
3. Konsekuensi pragmatic-etik penyelenggara ilmu dsb.

FILSAFAT ILMU(Dalam arti sempit): Menampung permasalahan yang bersangkutan dengan hubungan ke dalam yang terdapat di dalam ilmu, yaitu yang menyangkut sifat pengetahuan ilmiah dan cara-cara mengusahakan serta mencapai pengetahan ilmiah.

FILSAFAT ILMU: Merupakan suatu studi “scientific achievement in vivo”.
FILSAFAT ILMU: Merupakan suatu studi tentang masalah-masalah mengenai penjelasan (Problem Explanation).


FILSAFAT ILMU: Merupakan bagian dari epistimologi(Filsafat Pengetahuan) yang secara spesifik mengkaji hakikat ilmu(Pengetahuan Ilmiah).


FILSAFAT ILMU: Penyelidikan tentang cirri-ciri pengetahuan alamiah untuk memperolehnya. Istilah lain dari Filsafat Ilmu ialah teory of science(teori ilmu), metascience dan science of science(ilmu tentang ilmu)


 FILSAFAT ILMU:Refleksi mendasardan integral mengenai hakikat ilmu pengetahuan itu sendiri.


FILSAFAT ILMU: Upaya untuk mencari kejelasan mengenai dasar-dasar konsep,sangka wacana, dan postulat mengenai ilmu dan upaya untuk membuka tabir dasar-dasar keempirisan, kerasionalan dan kepragmatisan.

FILSAFAT ILMU: Suatu telaah kritis terhadap metode yang digunakan oleh ilmu tertentu, terhadap lambing yang digunakan dan terhadap struktur penalaran tentang sistem lambang yang digunakan.

FILSAFAT  ILMU: Merupakan suatu patokan tingkat kedua(second order criteriologi)
THE LIANG GIE (1999)






HARTONO KASMADI(1990)

 

HARTONO KASMADI(1990)



HARTONO KASMADI(1990)



HARTONO KASMADI(1990)



BEERLING(1988)










BEERLING(1988)







STEPHEN TOULMIN

ERNEST NAGEL


 

JUJUN S. SURIA SUMANTRI

 


SURAJIYO







SURAJIYO




HARTONO KASMADI,dkk (1990)






HARTONO KASMADI, dkk(1990)





HAARTONO KASMADI, dkk(1990)


Surajiyo, 2007, Filsafat Ilmu dan Perkembangannya di Indonesia, Jakarta: Bumi Aksara.




Surajiyo, 2007, Filsafat Ilmu dan Perkembangannya di Indonesia, Jakarta: Bumi Aksara.

 
Surajiyo, 2007, Filsafat Ilmu dan Perkembangannya di Indonesia, Jakarta: Bumi Aksara.


Surajiyo, 2007, Filsafat Ilmu dan Perkembangannya di Indonesia, Jakarta: Bumi Aksara.


Surajiyo, 2007, Filsafat Ilmu dan Perkembangannya di Indonesia, Jakarta: Bumi Aksara.


Surajiyo, 2007, Fisafat Ilmu dan Perkembangannya di Indonesia, Jakarta: Bumi Aksara.








Surajiyo, 2007, Filsafat Ilmu dan Perkembangannya di Indonesia, Jakarta: Bumi Aksara.





Putrawan, Made DR. I. 2002, Dimensi kreatif Dalam Filsafat Ilmu, Bandung: Remaja Rosda Karya.



Suriasumantri S. Jujun,2003, Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer. Jakarta: Pustaka Sinar



Surajiyo, 2007, Filsafat Ilmu dan Perkembangannya di Indonesia, Jakarta: Bumi Aksara.





Surajiyo, 2007, Filsafat Ilmu dan Perkembangannya di Indonesia, Jakarta: Bumi Aksara.

Surajiyo, 2007, Filsafat ilmu dan Perkembangannya di Indonesia, Jakarta: Bumi Aksara.




Surajiyo, 2007, Filsafat Ilmu dan Perkembangannya di Indonesia, Jakarta: Bumi Aksara.



Surajiyo, 2007, Filsafat Ilmu dan Perkembangannya di Indonesia, Jakarta: Bumi Aksara.

  1. OBJEK FILSAFAT ILMU
NO
URAIAN
TOKOH
REFERENSI
1.


2.



OBJEK MATERIAL: Sistematis dengan metode ilmiah tertentu, sehigga dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya secara umum.
OBJEK FORMAL: Hakikat(Esensi) ilmu pengeahuan, artinya filsafat ilmu lebih menaruh perhatian pada problem mendasar ilmu pengetahuan. 
SURAJIYO


SURAJIYO



Surajiyo, 2007, Filsafat Ilmu dan Perkembangannya di Indonesia, Jakarta: Bumi Aksara.

Surajiyo, 2007, Filsafat Ilmu dan Perkembangannya di Indonesia, Jakarta: Bumi Aksara.

  1. PERBEDAAN FILSAFAT ILMU DENGAN ILMU LAIN
NO
URAIAN
TOKOH
REFERENSI
1.













2.











3.














4.
Filsafat ilmu: pengetahuan tentang cirri-ciri pengetahuan ilmiah dan cara pangetahuan ilmiah memperolehnya.
Ilmu filsafat: Ilmu yang menyelidiki segala sesuatu dengan mendalam mengenai ketuhanan, alam semesta & manusia sehingga dapat menghasilkan pengetahuan tentang bagaimana hakikatnya sejauh yang dapat dicapai akal manusia.

Filsafat ilmu adalah suatu telaah kritis terhadap metode yang digunakan oleh ilmu tertentu terhadap lambang yang digunakan dan terhadap struktur penalaran tentang sistem lambang yang digunakan.Psikologi ilmu adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku dan proses mental.

Melalui pendidikan manusia mengenal kehidupan masa lalu, turut serta dalam peradaban sekarang dan membuat peradaban masa yang akan datang. Dengan demikian kurikulum yang dikembangkan sudah seharusnya mempertimbangkan, merespon dan berlandaskan pada perkembangannya, sosial budaya dalam suatu masyarakat, baik dalam konteks local, nasional maupun global.

Setiap lingkungan masyarakat masing-masing memiliki sistem sosial budaya tersendiri yang mengatur cara kehidupan dan berprilaku pada warga masyarakat. Nilai-nilai tersebut dapat bersumber dari agama,budaya, politik atau segi-segi kehidupan lainnya.
HASBULLAH BAKRY












ISRAEL SCHEFFER




  1. KEDUDUKAN FILSAFAT ILMU
NO
URAIAN
TOKOH
REFERENSI
1.




2.





3.





4.
Sejarah filsafat ilmu selalu menaruh perhatian kepada permasalahan pertama filsafat realita, pengetahuan dan nilai.

Membantu seorang ahli filsafat untuk menjawab persoalan pengetahuan yang menjadi permasalahan utama seorang ahli filsafat.

Sebagai suatu ikhtiar berfikir, maka bukan berarti untuk merumuskan suatu doktrin yang final, konklusif dan tidak bisa diganggu gugat.

Dihat dari sejarah ilmu pengetahuan alam awalnya orang tetap mempertahankan penggunaan nama atau istilah filsafat alam bagi ilmu pengetahuan alam, tidak terlepas dari hubungan dengan ilmu induknya dengan fisafat.

Drs.H.M.Djumberani Syah Indar,M.E d Filsafat Pendidikan        (Surabaya : Kraya abditama, 1994)
             





             





             

  1. MANFAAT MEMPELAJARI FILSAAFAT ILMU